Teman,
Ingatkah
kalian ketika beliau menahan sakit karena kita?
Ingatkah
kalian bagaimana ekspresi bahagia beliau ketika tahu kita sudah berada di dunia
bersamanya, ketika kita mampu dipeluknya? (tersenyum)
Teman,
Ingatkah
kalian katika tangannya membasuh tubuh kita, ketika tangannya membelai kita?
Ingatkah
kalian ketika yang seharusnya beliau tidur dia terbangun karena kita merengek
untuk disusuinya, untuk ditemaninya, untuk ditimangnya?
Teman,
Ingatkah
kalian ketika tangan beliau menyuapkan sepucuk sendok bubur kepada kita
sehingga kita bisa tumbuh hingga seperti ini?
Ingatkah
kalian ketika bibir beliau mengatakan sesuatu untuk kita ikuti, ketika beliau
berharap kita bisa mengikutinya?
Teman,
Ingatkah
kalian ketika tangan beliau mengajak tangan kita untuk bisa mengikuti gerakan
tangannya?
Ingatkah
kalian ketika beliau menatih kita untuk belajar berjalan?
Teman,
Ingatkah
kalian ketika beliau melatihmu segala hal, mulai dirimu belum mampu
melakukannya hingga kini sekarang bisa melakukannya dengan lebih mahir dari
beliau?
Ingatkah
kalian ekspresi bahagia beliau ketika kita mampu melakukan apa yang ia ajarkan
kepada kita? (yeee…dengan senyumnya ,
dengan tepuk tangan)
Teman,
Banyak
yang ingin diri ini ungkapkan, namun diri ini tak mampu untuk mentransfer dari
hati ke otak kemudian ke tangan untuk ketik di sini.
Kalian
sayang kepada beliau bukan? Kalian menghormati
beliau bukan? Kalian berharap beliau bahagia bukan?
Teman,
Banyak
yang beliau lakukan untuk kita. Kita harus berusaha untuk membuatnya merasa
pengorbananya akan kita tidak sia-sia. Senantiasa berusaha untuk membahagiakannya,
janganlah kita membantah perkataannya, janganlah kita menunda apa yang beliau
perintahkan kepada kita, janganlah kita membuat beliau kecewa. Diri ini tidak
tahu harus bagaimana caranya mengungkapkan isi hati tentang beliau pada
tulisan ini. Diri ini sayang kepada beliau. Kalian juga sayangkan? Buat wajahnya
tersenyum karena kita. (tak mampu lagi diri ini mengungkapkannya )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar