Senin, 21 Desember 2015

Sabtu, 19 Desember 2015

HARI INI

Hari ini, hari di mana ku bisa melepas rasa rriindu yang sudah lama aku rasakan sendiri. J
 Emm emang iya sendiri? hehe kayanya enggak kok, diapun juga rindu sama aku. Yahh gr nii hehe.
 Hari ini hari terakhir kuliah, itu tandanya ada kesempatan buat nge-slow-in pikiran hehe.
 Apa kali dapet kabar kalo seseorang yang aku rinduin slama ini mau jemput aku untuk ketemu, tambah seneng. J

Orang yang aku rinduin ini jauh-jauh dari rumahnya padahal juga agak kurang sehat.
Pengorbanannya untuk bisa ketemu sama aku patut diacungi jempol, hehe.
Dari tadi kita bareng, pergi bareng, makan bareng, ngobrol bareng, rasanya rindu selama ini sudah kebayar.
Dia selalu yang terbaik buat aku.
Terimakasih untuk selama ini yang slalu ada buat aku. J

Kalian bisa nebak gak siapa dia?
Hehe orang yang slalu ngertiin kita.
Orang yang selalu nyemangatin kita.
Dia sering bantu nyiapin apa-apa yang jadi kita perlukan.
Semua orang pasti dah pernah ngerasaain.

Siapa? hehe
Dia yang biasa masakin aku. J
Pokonya terimakasihku tak akan pernah habis untuk dia.



Selasa, 15 Desember 2015

SELALU TERINGAT


Teman,
Ingatkah kalian ketika beliau menahan sakit karena kita?
Ingatkah kalian bagaimana ekspresi bahagia beliau ketika tahu kita sudah berada di dunia bersamanya, ketika kita mampu dipeluknya? (tersenyum)

Teman,
Ingatkah kalian katika tangannya membasuh tubuh kita, ketika tangannya membelai kita?
Ingatkah kalian ketika yang seharusnya beliau tidur dia terbangun karena kita merengek untuk disusuinya, untuk ditemaninya, untuk ditimangnya?

Teman,
Ingatkah kalian ketika tangan beliau menyuapkan sepucuk sendok bubur kepada kita sehingga kita bisa tumbuh hingga seperti ini?
Ingatkah kalian ketika bibir beliau mengatakan sesuatu untuk kita ikuti, ketika beliau berharap kita bisa mengikutinya?

Teman,
Ingatkah kalian ketika tangan beliau mengajak tangan kita untuk bisa mengikuti gerakan tangannya?
Ingatkah kalian ketika beliau menatih kita untuk belajar berjalan?

Teman,
Ingatkah kalian ketika beliau melatihmu segala hal, mulai dirimu belum mampu melakukannya hingga kini sekarang bisa melakukannya dengan lebih mahir dari beliau?
Ingatkah kalian ekspresi bahagia beliau ketika kita mampu melakukan apa yang ia ajarkan kepada kita? (yeee…dengan senyumnya , dengan tepuk tangan)

Teman,
Banyak yang ingin diri ini ungkapkan, namun diri ini tak mampu untuk mentransfer dari hati ke otak kemudian ke tangan untuk  ketik di sini.
Kalian sayang kepada  beliau bukan? Kalian menghormati beliau bukan? Kalian berharap beliau bahagia bukan?

Teman,
Banyak yang beliau lakukan untuk kita. Kita harus berusaha untuk membuatnya merasa pengorbananya akan kita tidak sia-sia. Senantiasa berusaha untuk membahagiakannya, janganlah kita membantah perkataannya, janganlah kita menunda apa yang beliau perintahkan kepada kita, janganlah kita membuat beliau kecewa. Diri ini tidak tahu harus bagaimana caranya mengungkapkan isi hati tentang beliau pada tulisan ini. Diri ini sayang kepada beliau. Kalian juga sayangkan? Buat wajahnya tersenyum karena kita. (tak mampu lagi diri ini mengungkapkannya )

Senin, 14 Desember 2015

Engkau


Engkau…

Engkau selalu berjuang untuk kebaikanku

Engkau yang berusaha memberi yang terbaik untukku

Engkau selalu mendukungku

Engkau selalu mendo’akanku


Engkau…

Engkau selalu membuatku merasa nyaman

Engkau selalu membuatku merasa terlindungi

Engkau selalu membuatku merasa bahagia

Engkau yang selalu memahamiku


Engkau…

Engkau yang ada di mana aku menginginkanmu ada

Engkau yang tahu apa yang aku mau

Engkau yang memberi apa yang aku butuhkan


Engkau…

Engkau yang tahu segalanya tentang aku

Engkau yang merasa bersalah ketika aku tidak mendapat yang terbaik

Engkau yang tidak pernah merasa kecewa ketika aku memiliki kekurangan


Engkau…

Engkau yang selalu terbangun di mana yang lain belum terbangun

Engkau yang sudah mulai bergerak di mana yang lain belum bergerak

Engkau yang sudah berkeringat di mana yang lain belum berkeringat


Engkau…

Engkau yang hanya menginginkan aku menjadi yang terbaik

Engkau yang hanya memikirkan untuk membuatku menjadi orang berhasil

Engkau yang hanya melakukan segala sesuatu untukku


Engkau…

Engkau yang senantiasa berbuat untuk diriku

Engkau yang melupa akan dirimu untuk diriku

Engkau yang mengutamakan semua hanya untuk diriku


Engkau…

Engkau sungguh berharga bagiku

Engkau sungguh berarti bagiku

Engkau sungguh berjasa bagiku


Engkau…

Engkau sungguh penasehatku

Engkau sungguh pengingatku

Engkau sungguh penyemangatku

Engkau sungguh pendukungku


Engkau…

Engkau sungguh penuntunku

Engkau sungguh hidupku

Engkau sungguh segalanya bagiku

Minggu, 13 Desember 2015

Mereka yang Berharga dan Tersayang


Mereka yang Berharga dan Tersayang
Sungguh aku berterimakasih kepada-Mu Ya Allah, karen Engkau telah memilihkan mereka untuk senantiasa hadir di setiap nafas ini, yang senantiasa menjadi tujuan dalam hidup ini. Banyak istilah untuk mengungkapkan posisi mereka yang tak mampu aku ketik di sini, karena pasti akan sangat banyak. Mencoba untuk menerjemahkan hati mengenai mereka dalam hidup ini. Tak bosan-bosan aku untuk selalu menghadirkan mereka dalam setiap do’aku, yakin aku tak bisa membalas semua yang mereka berikan untuk diriku. Hanya semampuku dan tersisa do’a yang aku yakini bahwa Allah akan mengetahuinya karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Ya Allah hamba mohon kepada-Mu agar Engkau senantiasa memberi mereka balasan yang sesuai dengan amal ibadahnya terhadap Engkau, amal kebajikan mereka terhadap orang sekelilingnya, terhadap diri ini dan terhadap diri mereka sendiri, berikanlah kebahagiaan, kesehatan, kecukupan terhadap mereka Ya Allah.
Mereka sangatlah berharga teman. Mereka segalanya untuk hidup ini. Berusaha untuk meningkatkan rasa sayang kita, rasa perhatian kita, rasa tanggung jawab kita terhadap mereka yang sekali lagi mereka yang sangat berharga. Teman, janganlah engkau merasa malu, merasa gengsi, dengan mengingat dan menyertakan mereka dalam jalannya hidupmu. Tak sedikit di antara kita kadang lupa akan posisi mereka, lupa bahwa mereka di sana berusaha membuat kita bahagia di sini dengan susah payah dan mereka berusaha untuk tidak kita ketahui, lupa bahwa mulut mereka setiap saat terlantun do’a untuk kita, lupa bahwa setiap saat hati mereka ingin mengungkapkan rasa kangennya terhadap kita. Janganlah engkau lupa teman. Ingatlah mereka. Lupakan rasa malu rasa gengsi kalian karena rasa tersebut hanya akan membuatmu menyesal dan tersiksa. 
Perhatiakan mereka, lebih seperti kalian yang selalu diperhatikan olehnya. Bukan berusaha membuat kalian baper atau yang lain, tapi ini dorongan untuk kita agar mengingat mereka yang mungkin ada di samping kita atau mungkin jauh dari kita. Janganlah kalian mengigingat mereka hanya pada saat kalian butuh, cobalah untuk selalu mengingat mereka saat kalian sedang melakukan apapun, kapanpun dimanapun. Biasakanlah untuk melatih hati kita untuk menyayangi mereka. Biasakanlah untuk melatih mulut kita untuk melantunkan do’a terbaik untuk mereka. Teman, aku sangat menyayangi mereka, aku sangat ingin membahagiakan mereka memberinya yang terbaik, aku sangat ingin mereka berada dalam hidup ini setiap saat, aku sangat ingin berada dalam hidup mereka, banyak sekali harapanku akan kehadiran mereka dalam setiap nafas ini teman. Mari tunjukkan kepada orang lain di sekeliling kita dan kepada mereka bahwa kita sangat menyayangi mereka.


Kamis, 10 Desember 2015

Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga menjadi Pembicara Tamu di Collnet 2015 di Delhi, India


Delhi- Salah satu aspek yang diukur dalam World Class University adalah seberapa banyak tulisan para akademisi dan peneliti di sebuah kampus dikenal, diindeks dan dikutip dalam tulisan-tulisan bertaraf international. Collnet Meeting ke-16 menggelar 11 th International Conference on Webometrics, Informetrics and Scientometrics (WIS) di Institute of Economic Growth – University of Delhi, India.
Para akademisi, pustakawan dan peneliti dari 26 negara (diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Rusia, Perancis, Iran, Indonesia, Australia, Srilangka, Jepang, Firlandia, Belanda, Kanada, Korea Selatan dan India) hadir mendiskusikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perkembangan di bidang Webometrics, Informetrics, Scientometrics dan Sosial Media.
Labibah Zain, Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi pembicara tamu dalam acara tersebut. Dalam presentasinya yang dimoderatori oleh Dr Debal C Kar, Presiden Asosiasi Profesi Pustakawan (ASLP) Labibah mengatakan bahwa Sosial media sesungguhnya bisa dijadikan ajang untuk berbagi hasil penelitian. Lebih lanjut, Labibah mengatakan bahwa disamping berbagi pengetahuan tentang hasil riset, beberapa pustakawan di Indonesia menggunakan sosial media untuk membangunbranding profesi pustakawan, mengadvokasi profesi dan juga untuk berkomunikasi dengan pengguna dan masyarakat luas.
Disamping menjadi pembicara tamu, Labibah juga diminta utuk menjadi chairperson dalam sesi Quantitative Analysis of S&T Innovations.Collnet meeting and conferences 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 26-29 Nopember 2015 merupakan konferensi yang menarik; para peserta menanggapi setiap paparan hasil riset dengan penuh antusias dan metodologi didiskusikan dengan terbuka.
Beberapa temuan dan rekomendasi dari Collnet 2015 adalah:
1. China banyak disebut mengalami kemajuan yang pesat karena paper paper mereka visible di dunia internasional 2. Collaborative Researchsangat membantu agar penelitian seseorang/lembaga dikenal dan dikutip banyak orang 3. Pustakawan harus lebih selektif dalam memilih indeksrangking research university yang sesuai dengan visi misi lembaganya. Karena indeks yang dianggap bagus oleh negara tertentu belum tentu dianggap bagus bagi negara lain. Bias bisa jadi ada dimana mana
4. Pustakawan harus lebih proaktif dalam memberikan training tentang information retrieval tools, strategy and resources kepada para akademisi sehingga para akademisi dan peneliti bisa mengakses sumber informasi yang lebih luas. Beberapa peneliti di beberapa negara masih ada yang belum menyadari perkembangan di dunia informasi 5. Sosial media memegang peranan penting dalam menyebarkan hasil riset.
6. Penelitian tentang informetrics di bidang humanity dan social sciences perlu mendapat perhatian karena dalam Collnet 2015 ini bidang Science masih mendominasi.
Disamping diskusi, para peserta juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam “Cultural Programs” yang diadakan panitia dan juga mengunjungi Tajmahal di Agra, India. Konferensi ditutup dengan laporan panitia dan juga jabat tangan dari tuan rumah Dr. P K Jain ( India) kepada calon tuan rumah Collnet 2016, Prof. Dr Jean-Charles Lamirel (Perancis).(Lb)

HANYA UNTUKMU



Hari ini adalah di mana aku harus menjadi diriku yang baru, diriku yang tak sama seperti dahulu. Kini banyak yang mengharapkan aku lebih dari aku yang biasanya, aku yang tidak bersungguh-sungguh di atas pengorbanan mereka. Kini aku menyadari tak mudah menempatkan aku hingga di posisi ini, tak instan membuatku seperti ini. Berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun, engkau melakukan semua hanya untukku agar menjadi yang lebih baik dan yang terbaik. Pengorbananmu yang selama ini belum membuahkan hasil sama sekali. Maafkan aku, maafkan aku. Meskipun engkau tahu aku tidak sedikit tak menurutimu, namun engkau tetap dan tetap berada di sampingku mendampingiku, menyemangatiku, mendukungku, mendo’akanku, seolah tak kenal lelah engkau berbuat ini itu untuk diriku. Tak kenal kapan dan di mana engkau berusaha membahagikanku, meskipun engkau tahu aku tak bisa langsung membalas apa yang engkau lakukan untukku. Aku harus bisa lebih dari diriku, aku tahu bahwa aku belum melakukan yang engkau harapkan selama ini. Meskipun selama ini engkau sudah berusaha menyadarkanku, namun kala itu aku masih acuh terhadap hal itu. Dan kini aku akan senantiasa menyadari pengorbananmu, tak kusangka engkau segalanya bagiku. Tanpamu, entah apa jadinya aku. Tanpamu, entah di mana aku. Tanpamu, entah siapa aku. Tanpamu, entah bagaimana aku. Apapun itu, kini semua aku lakukan untuk membahagiakan beliau. Tak peduli apapun yang kuhadapi, aku akan berusaha untuk membalas semua yang engkau persembahkan untukku. Dan meskipun aku tahu, bahwa tak akan mampu aku membalas semua itu, entah apapun yang aku lakukan, entah kapanpun aku lakukan, entah di manapun aku lakukan, entah sejauh manapun aku membulatkan tekatku, meluruskan tujuanku, melangkahkan kakiku, mengayunkan tanganku, membuka lebar telingaku, mengatur pikiran dan perasaanku. Namun, aku akan senantiasa melakukan semua itu hanya untukmu, hanya tertuju padamu. Terimakasih, atas semua yang engkau persembahkan untukku. Meskipun tak cukup meski aku menyampaikan beribu-ribu kali, aku akan berusaha mempersembahkan semua untukmu.

Kamis, 08 Oktober 2015

FAKULTAS-FAKULTAS di UIN

FAKULTAS-FAKULTAS di UIN
 
 
Fakultas-fakultas di UIN

Fakultas  Adab dan Ilmu Budaya
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Fakultas Syari'ah dan Hukum
Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam
Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Pascasarjana

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

Perkembangan ilmu pengetahuan hingga seperti sekarang ini tidaklah berlangsung secara mendadak, melainkan melalui proses bertahap, dan evolutif. Karenanya, untuk memahami sejarah perkembangan ilmu pengetahuan harus melakukan pembagian atau klasifikasi secara periodik. Dalam setiap periode sejarah pekembangan ilmu pengetahuan menampilkan ciri khas tertentu. Perkembangan pemikiran secara teoritis senantiasa mengacu kepada peradaban Yunani. Periodisasi perkembangan ilmu dimulai dari peradaban Yunani dan diakhiri pada zaman kontemporer, secara ringkas disusun sebagai berikut:

1. Pra Yunani Kuno
Berkisar antara empat juta tahun sampai 20.000 tahun SM, disebut juga zaman batu, karena pada masa itu manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Selanjutnya pada abad ke 15 sampai 6 SM, manusia telah menemukan besi, tembaga dan perak untuk berbagai peralatan, yang pertama kali digunakan di Irak. Pada abad ke 6 SM di Yunani lahirlah filsafat, disebut the greek miracle. Beberapa faktor yang mendahului lahirnya filsafat di Yunani, yaitu:
a. Mitologi bangsa Yunani
b. Kesusastraan Yunani
c. Pengaruh ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah sampai di Timur Kuno.
Seperti yang dipercayai oleh umat Islam, kebenaran dan kebijaksanaan (al-Hikmah /Sophia) yang dapat dipahami oleh pemikiran dan kesadaran manusia itu berasal dari sumber yang sama yaitu Sumber Ilahiyah, yang berasal dari Tuhan (Allah) Yang Maha Mengetahui, The Ultimate Knowledgeable. Hal itu dapat kita telusuri dan kita temukan bukti-bukti ilmiahnya di sepanjang sejarah filsafat, sejak zaman pra-Yunani (peradaban Bizantium dan Mesir kuno, atau bahkan sebelumnya: Peradaban Hindu di India dan Atlantis pra Hindu di Nusantara), zaman Yunani Kuno dan Peradaban Islam Abad pertengahan sampai Sekarang. Prof. Dr Mulyadi Kartanegara, MA, salah seorang dosen ahli sejarah filsafat dan tasawuf dari UIN Syarif Hidayatullah dan ICAS Jakarata, mengatakan bahwa Pythagoras (Filosof Yunanni yang hidup pada 570-497 SM) telah belajar banyak hal dari ‘Sahabat Nabi Sulaeman” (The Best Friends of Prophet & King Solomon), dan pengikutnya: Empedokles (495-435 SM) juga belajar dari Lukman al-Hakim (Orang yang ‘Bijaksana’ yang disebutkan dalam al Qur’an), dan Socrates (469-399 BC) belajar banyak tentang kebijaksanaan-kearifan dan pengetahuan dari Hermes dari Mesir (nama lain dari Nabiyullah Idris as,)
Oleh karena itu, kita dapat memahami mengapa sangat banyak filsuf dan ilmuwan Islam dapat menerima dan dengan mudah menyerap beberapa pemikiran tertentu (filsafat) dari para Filsuf Yunani Kuno, mengadopsinya, mencampurkanya, melakukan sintesa dan mengembangkan dengan ‘ajaran Islam’ (Al Qur’an & Sunnah Rasulullah Muhammad SAW). Adanya mata rantai filosofis dari para filosof sepanjang sejarah menunjukan adanya “benang merah” yang mempersatukan mereka, sejak para filosof Yunani Kuno seperti Hermes, Pythagoras, Empedocles, Socrates, Plato, Aristoteles, Plotinus, Al-Kindi, Ibnu Sina (Aviciena), Ibn Rusdh (Averous), Al-Farabi, Ibn Arabi, Ibnu Khaldun, Sukhrawardi, Mulla Shadra, Muhammad Iqbal, Thabatabaei, Ayatullah Imam Khomeini, Murthada Muthahari, Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Medi Hairi Yazdi, dll. Bahkan dalam penemuan yang terakhir, mata rantai ini telah bersambung kepada ajaran Hindu awal dan Budhisme, yang juga terakit dengan sejarah dan ajaran para Nabi Allah seperti Adam AS dan Nabi Nuh AS.



2. Yunani Kuno
Zaman Yunani Kuno merupakan awal kebangkitan filsafat secara umum, karena menjawab persoalan disekitarnya dengan rasio dan meninggalkan kepercayaan terhadap mitologi atau tahyul yang irrasional. Selanjutnya, Pada waktu Athena dipimpin oleh Perikles kegiatan politik dan filsafat dapat berkembang dengan baik. Terakhir Zaman Hellenisme, disebut sebagai zaman keemasan kebudayaan Yunani, dengan tokoh yang berjasa adalah Iskandar Agung (356 – 323 SM) dari Macedonia, salah seorang murid Aristoteles.
Yunani Kuno adalah periode dalam sejarah Yunani yang berlangsung kurang lebih seribu tahun dan berakhir dengan munculnya agama Kristen. Oleh sebagian besar sejarawan, peradaban ini dianggap merupakan peletak dasar bagi Peradaban Barat. Budaya Yunani merupakan pengaruh kuat bagi Kekaisaran Romawi, yang selanjutnya meneruskan versinya ke bagian lain Eropa. Istilah "Yunani Kuno" diterapkan pada wilayah yang menggunakan bahasa Yunani pada zaman kuno. Wilayahnya tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani modern, tapi juga termasuk wilayah lain yang didiami orang-orang Yunani: Siprus dan Kepulauan Aegean, pantai Aegean dari Anatolia (saat itu disebut Ionia), Sisilia dan bagian selatan Italia (dikenal dengan Magna Graecia), serta pemukiman Yunani lain yang tersebar sepanjang pantai Colchis, Illyria, Thrace, Mesir, Cyrenaica, selatan Gaul, timur dan timur laut Semenanjung Iberia, Iberia, dan Taurica. Peradaban Yunani Kuno sangat berpengaruh pada bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, dan seni, mendorong Renaisans di Eropa Barat, dan bangkit kembali pada masa kebangkitan Neo-Klasik pada abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.

3. Zaman Pertengahan
Inti pembahasan di abad pertengahan adalah persoalan yang terkait dengan universalitas dan hakikat keberadaannya, disamping itu, juga mengkaji dasar-dasar pengetahuan dan kebenaran.
Plotinus, penggagas maktab neo platonisme, di abad ketiga masehi melontarkan gagasan-gagasan penting dalam epistemologi. Ia membagi tiga tingkatan persepsi (cognition): 1. Persepsi panca indra (sensuous perception), 2. Pengertian (understanding), 3. Akal (logos, intellect). Tingkatan pertama berkaitan dengan hal-hal yang lahir, tingkatan kedua adalah argumentasi, dan akal sebagai tingkatan ketiga, bisa memahami hakikat ‘kesatuan dalam kejamakan’ dan ‘kejamakan dalam kesatuan’ tanpa lewat proses berpikir. Dan tingkatan di atas akal adalah intuisi (asy-syuhud). Augustine (354-430 M) beranggapan bahwa ilmu terhadap jiwa dan diri sendiri itu tidak termasuk dalam ruang lingkup yang bisa diragukan oleh kaum Skeptis dan Sophis, di samping itu iamemandang bahwa ilmu itu sebagai ilmu yang paling benar dan proposisi-proposisi matematika adalah bersifat gamblang yang tidak bisa diragukan lagi. Pengetahuan indriawi itu, karena objeknya senantiasa berubah, tidak tergolong sebagai makrifat hakiki. Dalam pandangannya, ilmu dan pengetahuan dimulai dari diri sendiri, karena ilmu terhadap jiwa tidak bisa diragukan.
Ditandai dengan tampilnya pada teolog di lapangan ilmu pengetahuan. Para ilmuwannya hampir semua adalah para teolog, sehingga aktivitas ilmiah terkait dengan aktivitas keagamaan. Semboyan yang berlaku bagi ilmu pada masa itu adalah ancilla theologia atau abdi agama.

4. Zaman Renaissance
Renaisans adalah suatu periode sejarah yang mencapai titik puncaknya kurang lebih pada tahun 1500. Perkataan "renaisans" berasal dari bahasa Perancis renaissance yang artinya adalah "Lahir Kembali" atau "Kelahiran Kembali". Yang dimaksudkan biasanya adalah kelahiran kembali budaya klasik terutama budaya Yunani kuno dan budaya Romawi kuno. Namun zaman sekarang hal ini bisa menyangkut segala hal. Masa ini ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang seni, pemikiran maupun kesusastraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan. Masa Renaissance bukan suatu perpanjangan yang berkembang secara alami dari abad pertengahan, melainkan sebuah revolusi budaya, suatu reaksi terhadap kakunya pemikiran serta tradisi Abad pertengahan. Zaman ini menjadi indikator bangkitnya kembali independensi rasionalitas manusia, karena sudah tercatat banyaknya penemuan spektakuler, seperti teori heliosentris oleh Copernicus, yang merupakan pemikiran revolusioner, dan kemudian didukung oleh Johanes Kepler (1571 – 1630) dan Galileo Galilei (1564 – 1642).
Dilihat dari definisinya, kata "renaissance" menyiratkan sebuah pembangunan kembali atau kebangkitan. Periode yang dikenal sebagai renaissance dipandang sebagai sebagai penemuan kembali cerahnya peradaban Yunani dan Romawi (yang dianggap sebagai "klasik") ketika keduanya mengalami masa keemasan. Faktanya, sekalipun semasa Renaissance banyak orang membaca kesusasteraan klasik dan mempertimbangkan kembali pemikiran klasik, esensi yang sebenarnya dari renaissance adalah lahirnya banyak pembaharuan maupun penciptaan. Universitas tumbuh menjamur di seantro Eropa, dan penyebaran gagasan tiba-tiba muncul serempak. Abad Renaisans (Bahasa Perancis/Bahasa Inggris: Renaissance; Bahasa Italia: Rinascimento; arti harafiah: kelahiran kembali) adalah sebuah gerakan kebudayaan antara abad ke-14 hingga abad ke-17, bermula di Italia pada akhir Abad Pertengahan dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Gerakan ini mencakup kebangkitan pengetahuan berdasarkan sumber-sumber klasik, tumbuhnya panutan pada Sri Paus dan segala sesuatu yang anggun, perkembangan gaya perspektif dalam seni lukis, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Gerakan Masa Pencerahan memberikan efek yang luar biasa pada semua usaha untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, tapi mungkin yang paling terkenal adalah kemajuan dari segi kesenian dan kontribusi dari para polymath (orang yang memiliki ilmu yang tinggi dalam berbagai macam hal) seperti Leonardo da Vinci dan Michelangelo, yang menyebabkan munculnya sebutan “Renaissance Men”. Renaisans pertama kali diperkenalkan di Eropa Barat, di kawasan Italia. Hal ini dipicu kekalahan tentara salib dalam perang suci. Kekalahan tersebut membuat para pemikir dan seniman menyingkir dari Romawi Timur menuju Eropa Barat. Mereka menyadari telah dimulainya masa mesiu peledak dan untuk menguasai teknologi tersebut mereka harus melepaskan diri dari pengaruh mistisme zaman pertengahan dengan kembali kepada sains zaman klasik yang sebelumnya dilarang karena dianggap pelanggaran terhadap misi ketuhanan.

5. Zaman Modern
Zaman modern biasanya merujuk pada tahun-tahun setelah 1500. Tahun tersebut ditandai dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Timur, penemuan Amerika oleh Christopher Columbus, dimulainya Zeitgeist dan reformasi gereja oleh Martin Luther. Masa modern ditandai dengan perkembangan pesat di bidang ilmu pengetahuan, politik, dan teknologi. Dari akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, seni modern, politik, iptek, dan budaya tak hanya mendominasi Eropa Barat dan Amerika Utara, namun juga hampir setiap jengkal daerah di dunia. Termasuk berbagai macam pemikiran yang pro maupun yang kontra terhadap dunia Barat. Peperangan brutal dan masalah lain dari masa ini, banyak diakibatkan dari pertumbuhan yang cepat, dan hubungan antara hilangnya kekuatan norma agama dan etika tradisional. Hal ini menimbulkan banyak reaksi terhadap perkembangan modern. Optimisme dan kepercayaan dalam proses yang berjalan di tempat telah dikritik oleh pascamodernisme sementara dominasi Eropa Barat dan Amerika Utara atas benua lain telah dikritik oleh teori pascakolonial.
Dikenal juga sebagai masa Rasionalisme, yang tumbuh di zaman modern dengan tokoh utama yaitu Rene Descartes (1596 – 1650) yang dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern, Spinoza (1633 – 1677), dan Leibniz (1646 - 1716). Descartes memperkenalkan metode berpikir deduktif logis yang umumnya diterapkan untuk ilmu alam.

6. Kontemporer
Zaman Kontemporer, pada abad ke 20 hingga sekarang, bidang fisika menempati kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Menurut Trout, fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta.
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi Seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan jaman dulu dan berkembang sesuai jaman sekarang. Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya lukisan yang tidak lagi terikat pada Rennaissance. Begitu pula dengan tarian, lebih kreatif dan modern . Lalu apa hubungannya dengan filsafat kontemporer? Hubungannya adalah bahwa keduanya memakai terminologi kontemporer sebagai kategori berdasarkan waktu/zamannya. Kontemporer yang merupakan kekinian, mencerminkan bahwa adanya kebebasan dalam menentukan sesuai dengan apa yang berlaku pada saat itu. Ibaratnya seseorang yang sedang mengerjakan Pekerjaan Rumah alias PR. Ia harus mengerjakan atau menyelesaikan soal pada saat itu juga dengan apa pengetahuan yang telah ia pelajari. Filsafat Kontemporer juga bisa diartikan dengan cara seperti itu, yaitu cara pandang dan berpikir mendalam menyangkut kehidupan pada masa saat ini. Misalnya orang dihadapkan pada tahun 2009, ya inilah zaman kontemporer kita. Tetapi istilah filsafat kontemporer baru saja populer semenjak abad ke-20, ini merupakan tanggapan atas kebingungan penyebutan filsafat masa kini. Filsafat kontemporer ini sering dikaitkan dengan posmodernisme, mengapa hal tersebut terjadi? Dikarenakan posmodernisme yang berarti “setelah modern” merupakan akibat logis dari zaman kontemporer. Posmodernisme menyaratkan kebebasan, dan tidak selalu harus simetris. Contohnya seni bangunan posmodern tidak terlalu mementingkan aspek keseimbangan dalam bentuk bangunan, melainkan sesuka hati yang membangun atau yang sesuai request. Kembali lagi kepada pemikiran kontemporer yang beranjak dari seni bangunan tadi, sama halnya dengan itu, pemikiran filsafat kontemporer ini bebas. Kebebasan dalam memakai teori, menanggapi, dan mengkritik selama kebebasan tersebut merupakan suatu hal original. Bebas? Ya memang bebas, berbicara tentang filsafat kematian, filsafat waktu, filsafat orang gila, filsafat komputer, filsafat game online, dan lain-lain. Semuanya terbuka lebar untuk dipikirkan dan diperbincangkan. Tidak ada batasan pasti dalam filsafat kontemporer, selama semua masih dinamis dan tidak kaku seperti zaman pra-modern, bisa disebut sebagai kontemporer. Lalu bagaimana dengan filsafat modern? Filsafat modern merupakan pijakan bagi filsafat kontemporer, dari situlah filsafat kontemporer naik ke permukaan. Masalah aktual dan faktual diperbincangkan dan ditanggapi, lalu diberi solusi. Dengan filsafat akan bisa ditemukan solusi terbaik terhadap masalah tersebut karena filsafat juga menguji solusi yang akan diambil dan yang dianggap baik. Hal ini dilakukan karena pada saat tertentu solusi bisa menjadi sangat baik, dan pada saat tertentu pula suatu solusi bisa dianggap kuno dan terbilang idiot. Berbicara tentang saat demi saat, inilah letak kontemporernya. Penyesuaian terhadap sesuatu yang kita ketahui sebagai zaman. Berpikir sesuai zaman tanpa kehilangan identitas dan originalitas pemikiran personal. Memiliki kepribadian dan cara berpikir yang unik merupakan hal yang dibanggakan dalam filsafat kontemporer. Oleh karenanya filsafat kontemporer merupakan ekstensifikasi dari pemikiran manusia dari hal-hal yang umum menjadi yang sangat khusus dan terkait dengan hal khusus lainnya.

Uraian sejarah perkembangan ilmu pengetahuan diatas pembahasannya biasanya mengacu kepada pemikiran filsafat di Barat. Hal ini dapat mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan secara utuh karena dalam filsafat Barat unsur mitos dapat lenyap sama sekali dan menonjol dalam unsur rasio. Diawali dari periode filsafat Yunani yang penting dalam peradaban manusia, karena waktu itu terjadi perubahan pola pikir manusia dari mite-mite menjadi lebih rasionil. Manusia menjadi lebih proaktif dan kreatif menjadikan alam sebagai objek penelitian dan pengkajian.
Sejarah filsafat merupakan metode yang banyak digunakan dan sangat penting dalam mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan. Sejarah filsafat juga merupakan subject matter dalam belajar filsafat yang merupakan alat untuk mengenal filsafat dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Dengan melihat sejarah sebagai suatu urutan kejadian yang saling berhubungan sehingga suatu kejadian tidak terjadi begitu saja dan diartikan sebagai fenomena tersendiri dan mencermati makna dibalik urutan kejadian pemikirannya, menjadikan sejarah sebagai suatu metode dalam mempelajari filsafat yang pada akhirnya dapat dipelajari ilmu pengetahuan secara mendalam.
Dari proses ini kemudian ilmu berkembang dari rahim filsafat, yang pada akhirnya dapat dinikmati dalam bentuk teknologi.http://ivanbudisusetyo-ppfiaub.blogspot.co.id/2012/05/sejarah-perkembangan-ilmu-pengetahuan.html