Senin, 21 Desember 2015
Sabtu, 19 Desember 2015
HARI INI
Hari ini, hari di mana ku bisa melepas rasa rriindu
yang sudah lama aku rasakan sendiri. J
Emm emang
iya sendiri? hehe kayanya enggak kok, diapun juga rindu sama aku. Yahh gr nii
hehe.
Hari ini
hari terakhir kuliah, itu tandanya ada kesempatan buat nge-slow-in pikiran
hehe.
Apa kali
dapet kabar kalo seseorang yang aku rinduin slama ini mau jemput aku untuk
ketemu, tambah seneng. J
Orang yang aku rinduin ini jauh-jauh dari
rumahnya padahal juga agak kurang sehat.
Pengorbanannya untuk bisa ketemu sama aku patut
diacungi jempol, hehe.
Dari tadi kita bareng, pergi bareng, makan
bareng, ngobrol bareng, rasanya rindu selama ini sudah kebayar.
Dia selalu yang terbaik buat aku.
Terimakasih untuk selama ini yang slalu ada buat
aku. J
Kalian bisa nebak gak siapa dia?
Hehe orang yang slalu ngertiin kita.
Orang yang selalu nyemangatin kita.
Dia sering bantu nyiapin apa-apa yang jadi kita perlukan.
Semua orang pasti dah pernah ngerasaain.
Siapa? hehe
Dia yang biasa masakin aku. J
Pokonya terimakasihku tak akan pernah habis
untuk dia.
Selasa, 15 Desember 2015
SELALU TERINGAT
Teman,
Ingatkah
kalian ketika beliau menahan sakit karena kita?
Ingatkah
kalian bagaimana ekspresi bahagia beliau ketika tahu kita sudah berada di dunia
bersamanya, ketika kita mampu dipeluknya? (tersenyum)
Teman,
Ingatkah
kalian katika tangannya membasuh tubuh kita, ketika tangannya membelai kita?
Ingatkah
kalian ketika yang seharusnya beliau tidur dia terbangun karena kita merengek
untuk disusuinya, untuk ditemaninya, untuk ditimangnya?
Teman,
Ingatkah
kalian ketika tangan beliau menyuapkan sepucuk sendok bubur kepada kita
sehingga kita bisa tumbuh hingga seperti ini?
Ingatkah
kalian ketika bibir beliau mengatakan sesuatu untuk kita ikuti, ketika beliau
berharap kita bisa mengikutinya?
Teman,
Ingatkah
kalian ketika tangan beliau mengajak tangan kita untuk bisa mengikuti gerakan
tangannya?
Ingatkah
kalian ketika beliau menatih kita untuk belajar berjalan?
Teman,
Ingatkah
kalian ketika beliau melatihmu segala hal, mulai dirimu belum mampu
melakukannya hingga kini sekarang bisa melakukannya dengan lebih mahir dari
beliau?
Ingatkah
kalian ekspresi bahagia beliau ketika kita mampu melakukan apa yang ia ajarkan
kepada kita? (yeee…dengan senyumnya ,
dengan tepuk tangan)
Teman,
Banyak
yang ingin diri ini ungkapkan, namun diri ini tak mampu untuk mentransfer dari
hati ke otak kemudian ke tangan untuk ketik di sini.
Kalian
sayang kepada beliau bukan? Kalian menghormati
beliau bukan? Kalian berharap beliau bahagia bukan?
Teman,
Banyak
yang beliau lakukan untuk kita. Kita harus berusaha untuk membuatnya merasa
pengorbananya akan kita tidak sia-sia. Senantiasa berusaha untuk membahagiakannya,
janganlah kita membantah perkataannya, janganlah kita menunda apa yang beliau
perintahkan kepada kita, janganlah kita membuat beliau kecewa. Diri ini tidak
tahu harus bagaimana caranya mengungkapkan isi hati tentang beliau pada
tulisan ini. Diri ini sayang kepada beliau. Kalian juga sayangkan? Buat wajahnya
tersenyum karena kita. (tak mampu lagi diri ini mengungkapkannya )
Senin, 14 Desember 2015
Engkau
Engkau…
Engkau selalu
berjuang untuk kebaikanku
Engkau yang
berusaha memberi yang terbaik untukku
Engkau selalu
mendukungku
Engkau selalu
mendo’akanku
Engkau…
Engkau selalu
membuatku merasa nyaman
Engkau selalu
membuatku merasa terlindungi
Engkau selalu
membuatku merasa bahagia
Engkau yang
selalu memahamiku
Engkau…
Engkau yang ada
di mana aku menginginkanmu ada
Engkau yang
tahu apa yang aku mau
Engkau yang
memberi apa yang aku butuhkan
Engkau…
Engkau yang
tahu segalanya tentang aku
Engkau yang
merasa bersalah ketika aku tidak mendapat yang terbaik
Engkau yang
tidak pernah merasa kecewa ketika aku memiliki kekurangan
Engkau…
Engkau yang
selalu terbangun di mana yang lain belum terbangun
Engkau yang
sudah mulai bergerak di mana yang lain belum bergerak
Engkau yang
sudah berkeringat di mana yang lain belum berkeringat
Engkau…
Engkau yang
hanya menginginkan aku menjadi yang terbaik
Engkau yang
hanya memikirkan untuk membuatku menjadi orang berhasil
Engkau yang
hanya melakukan segala sesuatu untukku
Engkau…
Engkau yang
senantiasa berbuat untuk diriku
Engkau yang
melupa akan dirimu untuk diriku
Engkau yang
mengutamakan semua hanya untuk diriku
Engkau…
Engkau sungguh
berharga bagiku
Engkau sungguh
berarti bagiku
Engkau sungguh
berjasa bagiku
Engkau…
Engkau sungguh
penasehatku
Engkau sungguh
pengingatku
Engkau sungguh
penyemangatku
Engkau sungguh
pendukungku
Engkau…
Engkau sungguh
penuntunku
Engkau sungguh
hidupku
Engkau sungguh
segalanya bagiku
Minggu, 13 Desember 2015
Mereka yang Berharga dan Tersayang
Mereka yang Berharga dan Tersayang
Sungguh aku berterimakasih
kepada-Mu Ya Allah, karen Engkau telah memilihkan mereka untuk senantiasa hadir
di setiap nafas ini, yang senantiasa menjadi tujuan dalam hidup ini. Banyak
istilah untuk mengungkapkan posisi mereka yang tak mampu aku ketik di sini,
karena pasti akan sangat banyak. Mencoba untuk menerjemahkan hati mengenai
mereka dalam hidup ini. Tak bosan-bosan aku untuk selalu menghadirkan mereka
dalam setiap do’aku, yakin aku tak bisa membalas semua yang mereka berikan
untuk diriku. Hanya semampuku dan tersisa do’a yang aku yakini bahwa Allah akan
mengetahuinya karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Ya Allah hamba mohon
kepada-Mu agar Engkau senantiasa memberi mereka balasan yang sesuai dengan amal
ibadahnya terhadap Engkau, amal kebajikan mereka terhadap orang sekelilingnya,
terhadap diri ini dan terhadap diri mereka sendiri, berikanlah kebahagiaan,
kesehatan, kecukupan terhadap mereka Ya Allah.
Mereka sangatlah berharga
teman. Mereka segalanya untuk hidup ini. Berusaha untuk meningkatkan rasa
sayang kita, rasa perhatian kita, rasa tanggung jawab kita terhadap mereka yang
sekali lagi mereka yang sangat berharga. Teman, janganlah engkau merasa malu,
merasa gengsi, dengan mengingat dan menyertakan mereka dalam jalannya hidupmu.
Tak sedikit di antara kita kadang lupa akan posisi mereka, lupa bahwa mereka di
sana berusaha membuat kita bahagia di sini dengan susah payah dan mereka
berusaha untuk tidak kita ketahui, lupa bahwa mulut mereka setiap saat
terlantun do’a untuk kita, lupa bahwa setiap saat hati mereka ingin
mengungkapkan rasa kangennya terhadap kita. Janganlah engkau lupa teman.
Ingatlah mereka. Lupakan rasa malu rasa gengsi kalian karena rasa tersebut
hanya akan membuatmu menyesal dan tersiksa.
Perhatiakan mereka, lebih
seperti kalian yang selalu diperhatikan olehnya. Bukan berusaha membuat kalian
baper atau yang lain, tapi ini dorongan untuk kita agar mengingat mereka yang
mungkin ada di samping kita atau mungkin jauh dari kita. Janganlah kalian
mengigingat mereka hanya pada saat kalian butuh, cobalah untuk selalu mengingat
mereka saat kalian sedang melakukan apapun, kapanpun dimanapun. Biasakanlah
untuk melatih hati kita untuk menyayangi mereka. Biasakanlah untuk melatih
mulut kita untuk melantunkan do’a terbaik untuk mereka. Teman, aku sangat
menyayangi mereka, aku sangat ingin membahagiakan mereka memberinya yang
terbaik, aku sangat ingin mereka berada dalam hidup ini setiap saat, aku sangat
ingin berada dalam hidup mereka, banyak sekali harapanku akan kehadiran mereka
dalam setiap nafas ini teman. Mari tunjukkan kepada orang lain di sekeliling
kita dan kepada mereka bahwa kita sangat menyayangi mereka.
Kamis, 10 Desember 2015
Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga menjadi Pembicara Tamu di Collnet 2015 di Delhi, India
Delhi- Salah satu aspek yang diukur dalam World Class University adalah seberapa banyak tulisan para akademisi dan peneliti di sebuah kampus dikenal, diindeks dan dikutip dalam tulisan-tulisan bertaraf international. Collnet Meeting ke-16 menggelar 11 th International Conference on Webometrics, Informetrics and Scientometrics (WIS) di Institute of Economic Growth – University of Delhi, India.
Para akademisi, pustakawan dan peneliti dari 26 negara (diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Polandia, Rusia, Perancis, Iran, Indonesia, Australia, Srilangka, Jepang, Firlandia, Belanda, Kanada, Korea Selatan dan India) hadir mendiskusikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan perkembangan di bidang Webometrics, Informetrics, Scientometrics dan Sosial Media.
Labibah Zain, Dosen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi pembicara tamu dalam acara tersebut. Dalam presentasinya yang dimoderatori oleh Dr Debal C Kar, Presiden Asosiasi Profesi Pustakawan (ASLP) Labibah mengatakan bahwa Sosial media sesungguhnya bisa dijadikan ajang untuk berbagi hasil penelitian. Lebih lanjut, Labibah mengatakan bahwa disamping berbagi pengetahuan tentang hasil riset, beberapa pustakawan di Indonesia menggunakan sosial media untuk membangunbranding profesi pustakawan, mengadvokasi profesi dan juga untuk berkomunikasi dengan pengguna dan masyarakat luas.
Disamping menjadi pembicara tamu, Labibah juga diminta utuk menjadi chairperson dalam sesi Quantitative Analysis of S&T Innovations.Collnet meeting and conferences 2015 yang dilaksanakan pada tanggal 26-29 Nopember 2015 merupakan konferensi yang menarik; para peserta menanggapi setiap paparan hasil riset dengan penuh antusias dan metodologi didiskusikan dengan terbuka.
Beberapa temuan dan rekomendasi dari Collnet 2015 adalah:
1. China banyak disebut mengalami kemajuan yang pesat karena paper paper mereka visible di dunia internasional 2. Collaborative Researchsangat membantu agar penelitian seseorang/lembaga dikenal dan dikutip banyak orang 3. Pustakawan harus lebih selektif dalam memilih indeksrangking research university yang sesuai dengan visi misi lembaganya. Karena indeks yang dianggap bagus oleh negara tertentu belum tentu dianggap bagus bagi negara lain. Bias bisa jadi ada dimana mana
4. Pustakawan harus lebih proaktif dalam memberikan training tentang information retrieval tools, strategy and resources kepada para akademisi sehingga para akademisi dan peneliti bisa mengakses sumber informasi yang lebih luas. Beberapa peneliti di beberapa negara masih ada yang belum menyadari perkembangan di dunia informasi 5. Sosial media memegang peranan penting dalam menyebarkan hasil riset.
6. Penelitian tentang informetrics di bidang humanity dan social sciences perlu mendapat perhatian karena dalam Collnet 2015 ini bidang Science masih mendominasi.
Disamping diskusi, para peserta juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam “Cultural Programs” yang diadakan panitia dan juga mengunjungi Tajmahal di Agra, India. Konferensi ditutup dengan laporan panitia dan juga jabat tangan dari tuan rumah Dr. P K Jain ( India) kepada calon tuan rumah Collnet 2016, Prof. Dr Jean-Charles Lamirel (Perancis).(Lb)
HANYA UNTUKMU
Hari ini adalah
di mana aku harus menjadi diriku yang baru, diriku yang tak sama seperti
dahulu. Kini banyak yang mengharapkan aku lebih dari aku yang biasanya, aku
yang tidak bersungguh-sungguh di atas pengorbanan mereka. Kini aku menyadari
tak mudah menempatkan aku hingga di posisi ini, tak instan membuatku seperti
ini. Berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun, engkau
melakukan semua hanya untukku agar menjadi yang lebih baik dan yang terbaik. Pengorbananmu
yang selama ini belum membuahkan hasil sama sekali. Maafkan aku, maafkan aku. Meskipun
engkau tahu aku tidak sedikit tak menurutimu, namun engkau tetap dan tetap berada
di sampingku mendampingiku, menyemangatiku, mendukungku, mendo’akanku, seolah
tak kenal lelah engkau berbuat ini itu untuk diriku. Tak kenal kapan dan di
mana engkau berusaha membahagikanku, meskipun engkau tahu aku tak bisa langsung
membalas apa yang engkau lakukan untukku. Aku harus bisa lebih dari diriku, aku
tahu bahwa aku belum melakukan yang engkau harapkan selama ini. Meskipun selama
ini engkau sudah berusaha menyadarkanku, namun kala itu aku masih acuh terhadap
hal itu. Dan kini aku akan senantiasa menyadari pengorbananmu, tak kusangka
engkau segalanya bagiku. Tanpamu, entah apa jadinya aku. Tanpamu, entah di mana
aku. Tanpamu, entah siapa aku. Tanpamu, entah bagaimana aku. Apapun itu, kini
semua aku lakukan untuk membahagiakan beliau. Tak peduli apapun yang kuhadapi,
aku akan berusaha untuk membalas semua yang engkau persembahkan untukku. Dan meskipun
aku tahu, bahwa tak akan mampu aku membalas semua itu, entah apapun yang aku
lakukan, entah kapanpun aku lakukan, entah di manapun aku lakukan, entah sejauh
manapun aku membulatkan tekatku, meluruskan tujuanku, melangkahkan kakiku, mengayunkan
tanganku, membuka lebar telingaku, mengatur pikiran dan perasaanku. Namun, aku
akan senantiasa melakukan semua itu hanya
untukmu, hanya tertuju padamu. Terimakasih, atas semua yang engkau persembahkan
untukku. Meskipun tak cukup meski aku menyampaikan beribu-ribu kali, aku akan
berusaha mempersembahkan semua untukmu.
Langganan:
Postingan (Atom)